Perhutani KPH Tasikmalaya dan BPBD Perkuat Sinergi Cegah Karhutla melalui Simulasi Kesiapsiagaan

Sinergi Tanggal: 2026-09-11T17:00:00.000Z 144 views Penulis: Dian
Perhutani KPH Tasikmalaya dan BPBD Perkuat Sinergi Cegah Karhutla melalui Simulasi Kesiapsiagaan
Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tasikmalaya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), apel kesiapsiagaan, serta simulasi pemadaman karhutla di Petak 12E RPH Ciawi, Desa Kadipaten, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (09/09).

Hadir dalam kegiatan tersebut Administratur/KKPH Tasikmalaya Danu Prasetyo beserta jajaran, Wakil Administratur/KSKPH Tasikmalaya, segenap jajaran keamanan dan perlindungan hutan KPH Tasikmalaya, Kapolsek Kadipaten, Danramil Kadipaten, jajaran BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Management dan HSE PT PGE Area Karaha unsur pemerintah Kecamatan Kadipaten, Pemerintah Desa Kadipaten, LMDH Karaha Harum Lestari, serta unsur terkait lainnya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah konkret Perhutani dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla, khususnya pada musim kemarau ketika kondisi vegetasi dan semak belukar di kawasan hutan relatif lebih mudah terbakar. Sekitar 80 personel gabungan mengikuti rangkaian kegiatan sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan kesiapan menghadapi potensi kebakaran di kawasan hutan.

Administratur/KKPH Tasikmalaya, Danu Prasetyo, mengatakan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan kesiapan bersama yang dibangun melalui koordinasi, peningkatan kapasitas personel, serta kesiapan sarana dan prasarana di lapangan.

“Mitigasi dan antisipasi harus kita lakukan bersama. Kesiapan personel, peralatan, koordinasi, serta respons cepat di lapangan menjadi kunci agar potensi bencana dapat ditangani sedini mungkin,” ujar Danu.

Menurutnya, perlindungan hutan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Kolaborasi antara Perhutani, pemerintah daerah, aparat kewilayahan, masyarakat dan para pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam membangun sistem perlindungan hutan yang efektif, khususnya dalam menghadapi risiko karhutla.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penanganan karhutla. Tim gabungan mempraktikkan pemadaman menggunakan dua metode, yakni metode mekanis dengan mesin pompa air dan metode manual menggunakan gepyok. Simulasi tersebut menjadi sarana untuk menguji kesiapan personel sekaligus menyelaraskan pola komunikasi, pembagian tugas, serta Standard Operating Procedure (SOP) antarunsur yang terlibat dalam penanganan karhutla.

Sekretaris BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Srie Yuniatun, menyampaikan bahwa penanganan karhutla membutuhkan integrasi sejak tahap pencegahan hingga penanganan di lapangan.

“Sinergi antarlembaga ini penting agar penanganan karhutla terintegrasi mulai dari pencegahan, deteksi dini, hingga eksekusi pemadaman di lapangan,” tutur Srie.

Perhutani KPH Tasikmalaya terus mendorong penguatan sistem deteksi dini dan kesiapsiagaan bersama masyarakat sekitar hutan. Keberadaan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), aparat kewilayahan dan unsur pengamanan menjadi bagian strategis dalam mendeteksi potensi gangguan sejak dini sekaligus mempercepat penyampaian informasi apabila terjadi kebakaran.

Melalui PKS dan latihan bersama tersebut, Perhutani KPH Tasikmalaya dan BPBD Kabupaten Tasikmalaya memperkuat kesiapan operasional dalam menghadapi risiko bencana sekaligus membangun pola koordinasi yang lebih terintegrasi di lapangan.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Perhutani dalam menjaga hutan tetap aman dan lestari, sekaligus memastikan kawasan hutan dapat terus memberikan manfaat ekologis dan sosial bagi masyarakat. Kesiapsiagaan yang dibangun melalui kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu memperkecil risiko karhutla serta mempercepat respons apabila terjadi kebakaran di wilayah kerja KPH Tasikmalaya.